Hanura Tuding Kampanye Sandiaga di 1.000 Titik Hoax, BPN Menepis

Jakarta - Pencapaian kampanye cawapres Sandiaga Uno di 1.000 titik rupanya menimbulkan kecurigaan dari kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Partai koalisi pasangan nomor urut 02, Hanura menilai 1.000 titik kampanye Sandiga hoax.

Kampanye Sandiaga di 1.000 titik itu dirayakan di kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1) lalu. Sandiaga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kampanyenya sejak 17 Agustus 2018 sampai 6 Januari 2019.

"Hari ini, hari yang bersejarah karena mulai 17 Agustus 2018 di mana saya mulai menyapa sampai 6 Januari 2019 sudah banyak bertemu dengan banyak elemen masyarakat, ini tidak akan mungkin tercapai tanpa bantuan dari tim yang mendukung saya," kata Sandiaga Senin (7/1) lalu.


Saat itu Sandiaga juga mengklaim popularitasnya naik di atas 85 persen. Namun, Sandi mengakui elektabilitasnya masih tertinggal dari pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya sudah mendapat angka internal, sekarang popularitas meningkat dan dari segi elektabilitas pasangan kita juga meningkat, tapi elektabilitas masih tertinggal kita dibanding Jokowi-Ma'ruf," ujarnya.

Pencapaian seribu titik itu disambut sinis oleh Hanura. Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir mencurigai 1.000 titik yang dikatakan Sandiaga hanya asbun alias asal bunyi. 

Menurut Inas, idealnya seorang politikus yang sedang berkampanye melakukan sosialisasi di satu titik menghabiskan waktu dua jam. 

"Kalau kita mau sosialisasi secara benar, maka di setiap titik membutuhkan waktu minimal 2 jam yang dihitung sejak datang hingga meninggalkan tempat acara. Persoalannya, apakah Sandiaga sosialisasinya dari satu titik ke titik lain pake 'sim salabim', lalu sampai ke titik berikutnya atau 'terbang' seperti burung? Atau melata pakai mobil sambil dadah-dadah di jalan yang dilewati seolah-olah ada yang menyambut? Nggak mungkin 'sim salabim' kan? Jadi, dari satu titik ke titik lain butuh waktu juga, kita anggap saja 2 jam," tutur Inas dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/1/2019).



Inas kemudian menghitung waktu kampanye Sandiaga lebih rinci. Dia memakai contoh apabila Sandiaga berkampanye di 5 titik dengan durasi per lokasi 2 jam. Dari hitung-hitungannya, untuk kampanye 1.000 titik baru bisa dicapai dalam waktu 200 hari. Sementara kampanye Sandiaga di bulan Agustu hingga awal Januari tersebut baru 143 hari.

"Jika di tempat acara butuh 2 jam dan di perjalanan 2 jam, maka butuh waktu untuk setiap titik adalah 4 jam, jika dalam satu hari hanya bisa dijangkau 5 titik saja, maka total waktu yang dibutuhkan adalah 20 jam dan sisa 4 jam dalam sehari untuk istirahat! Klop kan? Untuk memenuhi 1.000 titik dibutuhkan waktu 1.000 dibagi 5, yakni 200 hari! Nah! Mulai kebuka nih ngibulnya Sandiwara Uno... eh Sandiaga Uno, ha-ha-ha...," kata Inas.

Dia kemudian mempertanyakan apakah Sandiaga melakukan kampanye selama satu minggu penuh. Menurut dia, kampanye 1.000 titik hanya bisa dicapai dalam waktu 10 bulan.

"Apakah Sandiaga akan bersosialisasi setiap hari? Atau 30 hari dalam sebulan? Paling top dalam sebulan hanya 20 hari bersosialisasi! Jadi membutuhkan waktu 10 bulan untuk mencapai 1.000 titik. Sepuluh bulan yang lalu adalah bulan April 2018, sedangkan pertama kali Sandiaga Uno dipilih jadi cawapres oleh Prabowo pada bulan Agustus 2018 dan ditetapkan sebagai capres-cawapres pada bulan September 2018! Artinya, 1.000 titik yang dirayakan oleh Sandiaga adalah 1000 titik hoax," kata Inas.



Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga kemudian membela. Anggota BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman menyebut Inas sok tahu.

Saya harap saudara saya Inas jangan asbun (asal bunyi) dan sok tahu urusan orang," kata dia saat dihubungi.

Habiburokhman lantas menjelaskan perjalanan kampanye Sandiaga sejak ditetapkan sebagai cawapres. Politikus Gerindra itu mengatakan Sandiaga telah berkampanye sejak Agustus 2018. Sandiaga, lanjut dia, berkampanye hingga 10 titik per hari. 

"Beliau itu aktivitas kunjungan bisa mulai subuh bersama, senam atau lari pagi sampai malam. Sehari bisa hampir 10 titik, jadi masuk akal kalau tembus 1.000 titik," imbuh Habiburokhman.
sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahu Tidak? Jika Ternyata Karni Ilyas Menganut Agama Ini Sebagai Jalan Hidupnya

Baru 2 Bulan Menikah, Akhirnya Terbongkar Sifat Asli Suami Maia Estianty yang Sebenarnya

Diyakini Sering Transaksi Prostitusi, Video Lawas Vanessa Angel Ngaku 'Mahal' Disindir Rp 80 Juta