DPR Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Bobotoh

DPR Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Bobotoh

Ribuan
Ribuan bobotoh melakukan aksi Buligir Day (bertelanjang dada) saat mendukung Persib melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (5/7).

JAKARTA --  Aksi kekerasan terhadap suporter sepak bola kembali terjadi. Pada minggu (9/7) 3 suporter Persib Bandung dikeroyok puluhan orang tak dikenal, di stasiun Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Terkait hal tersebut, anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana meminta pihak berwajib mengusut tuntas kasus tersebut sesuai dengan aturan berlaku. Meski terjadi di luar lapangan, ia berpendapat situasi ini tak jauh-jauh dari lapangan hijau. "Tentunya kita berharap kepolisian mengusut tuntas karena kan dapat kita lihat indikasinya. tak mungkin tiba-tiba orang yang tak berurusan dengan sepak bola kemudian mencegat suporter Persib," kata politisi Partai Hanura ini saat dihubungi Republika, pada Senin (10/7). Tak hanya kepada pihak yang berwajib, Dadang meminta suporter Persib agar menahan diri dari segala tindakan berbau dendam. Ia berharap  Bobotoh tak melakukan tindakan anarkis dan membiarkan kepolisian melakukan tugasnya sesuai aturan berlaku. "Saya kira sebagai salah seorang suporter Persib, tentu kita perlu menahan diri dari perilaku destruktf. Sepakbola kita mesti lebih dewasa, perbanyak prestasi dibanding kekerasan-kekerasan yang tak perlu," tutur wakil rakyat dapil Jawa Barat II ini. Dadang menilai sepak bola Indonesia sedang menuju kebangkitan dengan prestasi yang dipilihkan kelompok yunior. Dengan demikian aksi kekerasan di dunia lapangan hijau dalam negeri mesti dilawan.  "Kita sedang berada pada prestasi yang lebih baik, yang dipilihkan anak-anak muda kita. Itu nggak boleh dicoreng oleh ulah oknum yang melakukan penganiyaaan. Saya kira polisi mesti berindak tegas," tuturnya. Terlepas dari persoalan ini, Ia melihat dalam skala yang lebih besar. Dadang menilai telah saatnya PSSI melakukan penataan suporter setiap tim dengan baik. Ia tak membantah jika Indonesia termasuk negara yang fanatisme sepak bolanya luar biasa. "Ini kemampuan sekaligus  tantangan. Jika ini dikelola dengan baik, maka industri sepak bola kita akan sangat menarik," kata Dadang. Ridwan Hisyam, anggota Komisi X lainnya turut mengomentari kejadian ini. Menurutnya lantaran terjadi di luar stadion, maka belum tentu kelompok penyerang berasal dari kubu pendukung sepak bola selain Persib. kemampuan masyarakat yang terganggu dengan kehadiran pendukung bola juga dapat terjadi. "Bukan saja Persib, tapi semua," kata wakil rakyat dapil Jatim V ini. Ridwan meminta para koordinator suporter lebih memberikan edukasi bagi anggotanya agar menciptakan suasana kondusif kala bepergian. Termasuk juga kepada kepolisian, menurut dia selain mengusut tuntas kasus ini, pihak keamanan mesti lebih bersinergi antar sektor terdekat menjelang pertandingan-pertandingan sepert ini. Ia mencontohkan jika ada pertandingan di Malang, maka kepolisian Surabaya mesti antisipasi di tempat pemberhentian angkutan antar kota agar mencegah oknum-oknum yang ingin berbuat anarkistis. suporter Persib yang dikeroyok berjumlah 3 orang, yakni Imanuel (23), Erick (23), dan Afrian (20). Ke3nya berniat menonton pertandingan Liga 1 antara Madura United versus Persib Bandung . Partai yang dijuara di Stadion Gelora Bangkalan Madura, pada minggu (10/7) malam WIB itu, dimenangkan tuan rumah dengan skor 3-1.


Sumber : bola.republika.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahu Tidak? Jika Ternyata Karni Ilyas Menganut Agama Ini Sebagai Jalan Hidupnya

Baru 2 Bulan Menikah, Akhirnya Terbongkar Sifat Asli Suami Maia Estianty yang Sebenarnya

Diyakini Sering Transaksi Prostitusi, Video Lawas Vanessa Angel Ngaku 'Mahal' Disindir Rp 80 Juta